Selasa, 29 Oktober 2013

Dreamer..


Cinta,tidak punya sebuah kata “harus” untuk dikejar. Tapi mimpi, memiliki sebuah kata “harus” untuk dikejar. Karena ia tidak akan datang dengan sendirinya.
Meski cinta tidak seharusnya dikejar,tapi ia punya sebuah hal untuk disadari.“sebuah cinta yang tulus, tidak akan mampu dibeli dengan harga diri sekalipun. Maka dimana ada sebuah cinta yang tulus, disitulah seharusnya kita tinggal”.
Mimpi yg gue kejar memang sebuah mimpi yg bisa dibilang pasaran,terlihat mudah/mungkin kacangan sih ya. Gue punya mimpi jadi seorang Psikolog. Bukan cuma seorang Psikolog dengan modal asal-asalan di pikirannya. Gue mau jadi seorang Psikolog yg berani berfikir&memberi saran/jalan keluar apa yg seharusnya menjadi tugasnya. Apa yg seharusnya lo lo semua tau dan apa yg seharusnya memang dikeluarkan. Meskipun,jadi Psikolog yg begitu sama sekali tidak mudah.

 Bicara soal mimpi dan semangat,disinilah gue memulai yg namanya mengejar mimpi itu. Gue belajar dari anak-anak dibawah ini. Mereka cuma anak-anak dari kalangan bawah yg ngisi hari liburnya dengan main bola diperumahan elit. Awalnya temen gue cuma iseng aja foto mereka,tapi lama-lama mereka sendiri yg minta terus difoto. Gue tanya soal sekolah dan cita-citanya,lalu dijawab singkat oleh salah satu dari mereka “kita sekolah sih ka,tapi bayarnya nunggak. Tapi kata ibu,biar miskin cita-cita mah jalan terus’’. Great! gue salut total sama jawaban mereka. Selain belajar soal semangat gue juga jadi sadar bahwa belajar gak selalu harus dari orang-orang hebat,tapi bisa juga dari calon orang-orang hebat seperti mereka.
 
i love their happiness

i love their laugh

i love their friendship

I love the way they gave me a lesson


gue sangat menghargai setiap orang yg berlari dalam sebuah keterbatasan. Dibanding,orang yg hanya bisa berjalan didalam sebuah kelebihan. Karena sebuah keterbatasan,mengajarkan kita menjadi sesuatu yg lebih. Sedang sebuah kelebihan,hanya bonus Tuhan semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar