Kamis, 20 Juni 2013

demam thypoid. hati hati yah sama demam ini aku pernah ngerasain sakit tifus itu gak enak banget..


Demam typhoid merupakan permasalahan kesehatan penting dibanyak negaraberkembang. Secara global, diperkirakan 17 juta orang mengidap penyakit ini tiap tahunnya. DiIndonesia diperkirakan insiden demam typhoid adalah 300 – 810 kasus per 100.000 penduduk pertahun, dengan angka kematian 2%. Demam typhoid merupakan salah satu dari penyakitinfeksi terpenting. Penyakit ini di seluruh daerah di provinsi ini merupakan penyakit infeksiterbanyak keempat yang dilaporkan dari seluruh 24 kabupaten. Di Sulawesi Selatan melaporkandemam typhoid melebihi 2500/100.000 penduduk (Sudono, 2006).Demam tifoid atau typhus abdominalls adalah suatu infeksi akut yang terjadi pada ususkecil yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi.
Typhi dengan masa tunas 6-14 hari.Demam tifoid yang tersebar di seluruh dunia tidak tergantung pada iklim. Kebersihan peroranganyang buruk merupakan sumber dari penyakit ini meskipun lingkungan hidup umumnya adalahbaik. Di Indonesia penderita Demam Tifoid cukup banyak diperkirakan 800 /100.000 penduduk per tahun dan tersebar di mana-mana. Ditemukan hampir sepanjang tahun, tetapi terutama padamusim panas. Demam tifoid dapat ditemukan pada semua umur, tetapi yang paling sering padaanak besar, umur 5- 9 tahun dan laki-laki lebih banyak dari perempuan dengan perbandingan 2-3: 1.12 Penularan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, sejak usia seseorang mulai dapatmengkonsumsi makanan dari luar, apabila makanan atau minuman yang dikonsumsi kurangbersih. Biasanya baru dipikirkan suatu demam tifoid bila terdapat demam terus-menerus lebihdari 1 minggu yang tidak dapat turun dengan obat demam dan diperkuat dengan kesan anak baring pasif, nampak pucat, sakit perut, tidak buang air besar atau diare beberapa hari (BahtiarLatif, 2008).
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang dan judul karya tulis di atas dapat diidentifikan masalah keperawatandemam thypoid mulai dari pengkajian, riwayat kesehatan, pola fungsional, pemeriksaan fisik danpemeriksaan laboratorium yang berguna untuk menunjang dalam pemberian asuhankeperawatan. Asuhan keperawatan ditentukan berdasarkan data focus yang diperoleh darikeluhan-keluhan yang dirasakan oleh pasien dan keluarga. Dari keluhan yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas masalah keperawatan yang muncul, menentukan intervensi,implementasi keperawatan dan mengevaluasi asuhan keperawatan yang diberikan.
C. Tujuan
Tujuan penulisan karya tulis Ilmiah ini adalah:
1. Tujuan UmumUntuk mengetahui seluk beluk tentang demam thypoid pada para pembaca sehingga dapatmenjadi referensi untuk pembelajaran atau upaya preventif mencegah penyakit demam thypoid.
2. Tujuan KhususTujuan khusus laporan keperawatan ini adalah untuk: Untuk mengetahui secara lebih mendalammengenai berbagai hal yang berhubungan dengan penyakit demam thypoid untuk diusahakanmencari data-data beserta pemecahanya kemudian mencocokan berdasarkan teori yang telah diperoleh dari kuliah maupun literature.
D. Manfaat
1. Bagi Rumat Sakita. Memberi tambahan referensi bagi tenaga medis atau petugas kesehatan untuk memberikan informasi tentang demam thypoid bila ada yang membutuhkan informasi.b. Memberi masukan pada tenaga medis atau petugas kesehatan untuk memperbaikiintervensi bila ada klien dengan demam thypoid sesuai dengan standar operasionalprosedur.
2. Bagi Masyarakat (pembaca)Menambah wawasan untuk para pembaca yang memiliki keluarga denan demam thypoidmaupun yang berkemauan untuk mencegah keluarga dan orang terdekat dari demam thypoid.
3. Bagi InstitusiMengembangkan ilmu Keperawatan anak dan menambah literature tentang demam thypoid.
4. Bagi PenulisMenambah pengetahuan dan wawasan tentang demam thypoid yang dapat dijadikan tambahanreferensi untuk persiapan memasuki dunia kerja di bidang keperawatan

Manifestasi Klinis
Gejala yang timbul yaitu : demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak di perut, batuk dan epitaksis.
Diagnosis
Biarkan darah positif memastikan demam tifoid, tetapi biarkan darah negatif tidak menyingkirkan demam tifoid. Biarkan tinja positif menyokong diagnosis klinis demam tifoid. Peningkatan titer uji widal empat kali lipat selama 2 – 3 minggu memastikan diagnosis demam tifoid.
Komplikasi
Komplikasi demam tifoid dapat dibagi dalam :
Komplikasi : intestinal
Pendarahan usus
Perparasi usus
Ileus pamalitik
Komplikasi ekstraintestinal
Komplikasi kardiovaskuler ; kegagalan sirkulasi perifer (renjatan sepsis), miokarditis, trombosis, dan tromboflebitis.
Komplikasi darah : Anemia hemolitik, trombositopenia
Komplikasi paru : Pneumonia, empiema, dan pleuritis
Komplikasi hepar dan kandung kemih : hepatitis
Komplikasi ginjal : glomerulonefritis
Komplikasi tulang : osteomielitis
Komplikasi neuropsikiatrik : meningitis, meningismus, delirium.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan demam tifoid yaitu :
Pemberian antibiotik untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran kuman antibiotik yang dapat digunakan.
Kloromfenikol : dosis pertama 4 x 250 mg, kedua 4 x 500 mg
Ampisilin / amoksisilin ; dosis 50 – 150 mg/kg BB. Diberikan selama 2 mingu
Katrimoksazol ; 2 x 2 tablet
Setrafalosporin generasi II dan III
Istirahat dan perawatan profesional ; bertujuan mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan.
Diet dan terapi penunjang (simtomatis dan suportif)
Pertama pasien diberi diet bubur saring, kemudian bubur kasar, dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien.
Prognosis demam tifoid tergantung dari umur, keadaan umum, derajat kekebalan tubuh, jumlah dan virulensi salmonella. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar